Buku Merah MTR berjudul Kesalahan Kesalahan Fatal Pengusaha Mengembangkan Bisnis dengan Utang

Buku merah ini merupakan buku wajib bagi warga MTR Masyarakat Tanpa Riba, salah satu komunitas yang giat berdakwah memerangi riba mengingat riba merupakan salah satu dosa besar yang bisa membawa konsekuensi dunia dan akherat.

Buku Merah Masyarakat Tanpa Riba

 

Buku Merah ini tertulis untuk kalangan sendiri dalam hal ini untuk komunitas warga Masyakat Tanpa Riba sebagai pegangan yang wajib dbaca sebagai langkah awal dalam proses perjalanan melepas dari jeratan hutang riba. Namun demikian buku ini dapat dengan mudah di peroleh bahkan secara gratis di bagi bagikan oleh penggiat warga MTR sebagai bentuk dakwah mengajak kebaikan. Selain itu sepertinya saat ini juga ada yang menjual di beberapa marketplace.

Sebagian besar isi buku merah tentang pengalaman, testimoni, kisah sukses, kisah mengharu biru, pengalaman nyata yang disampaikan bagiamana bisnis berantakan gara terjerat hutang, keluarga tidak harmonis, masalah datang silih berganti. Pada awalnya tidak mengira bila semuanya karena hutang riba. Bahkan tidak sedikit yang keyakinan awalnya hutang Bank bukanlah riba sehingga merasa aman aman saja.

Berikut kami nukilkan kesalahan kesalahan fatal pengusaha yang mengembangkan bisnis dengan utang riba.

1. Mengembangkan bisnis dengan utang artinya sesorang membayar suatu kepastian dengan ketidakpastian. 

Ketika berhutang besar angsuran cicilan dan kapan waktu bayarnya telah ditentukan, sementara penghasilan adalah ketidak pastian. 

2. Mengembangkan bisnis dengan utang artinya pengusaha mengembangkan usaha di luar kapasitasnya.

Ingat bahwa pada awal membuka usaha hampir tidak ada memakai pinjaman Bank karena Bank biasanya tidak mau memberikan pinjaman. Pada gilirannya kerja keras Anda sudah memulai menunjukan cash flow positif pelan pelan ada saja yang menawarkan pinjaman untuk pengemgangan usaha. Anda sebenarnya sudah terlihat akan di jadikan mesin uang bagi Bank. Anda kerja keras, Bank mendapatkan hasil dengan santainya. 

Sejenak setelah pinjaman cair, ibarat bayi yanh baru tumbuh dipaksa tumbuh lebih cepat. Usaha tiba tiba terlihat berkembang ceoat membuka cabang baru, menambah armada, jumlah karyawan meningkat. Ketika saldo uang kas masih tersedia, mungkin tidak terasa apapun. Masalah mulai terasa pada saat limit pinjaman sudah mentok terpakai semua, saldo kas menipis maka uang Anda mulai mengalir ke peminjam tidak peduli apapun kondisi bisnis Anda.

3. Mengembangkan bisnis dengan utang membuat seseorang pengusaha optipis berlebihan.

Sikap optimis tentu wajib bagi pengusaha, namun optimis berlebihan membuat bisa membuat celaka.

4. Mengembangkan bisnis dengan utang membuat seorang pengusaha salah mengartikan kepercayaan.

Pikir ulang apa betul mereka Bank Bank itu berbisnis berdasarkan kepercayaan ? Bank itu memanipulasi Anda seseolah Anda nampak bonafide, bisnisman handal sehingga di percaya bank. Yang sesugguhnya terjadi, pinjaman akan diberikan mana kala tersedia jaminan lebih besar, arus kas positif, legalitas usaha dan segenap data pribadi Anda beserta pasangannya lengkap dan terbukti bisnis anda menghasilkan uang. 

5. Mengembangkan bisnis dengan utang bisa mempengaruhi perilaku seseorang.

Dengan pinjaman cair, seseorang bisa berperilaku lebih konsumtif dari sebelumnya. Alih alih Uang yang di hasilkan semestinya untuk membayar pinjaman malah di belikan mobil baru, gadget tercanggih, liburan, pakaian mahal.

6. Mengembangkan bisnis dengan utang akan memporak porandakan arus kas.

Arus kas / cash flow menjadi jauh lebih penting dari pada laba rugi itu sendiri. Seberapa besar rugi tidak serta merta bangkrut, tapi tanpa uang kas perusahaan bisa bangkrut dengan cepat. Biaya biaya overhead, biaya operasional, biaya tenaga kerja, bayar vendor tidak ada masalah kalau ada uang tersedia walaulun kondisi usaha rugi. Sebaliknya untung besar tapi masih berupa catatan piutang tanpa uang tunai, usaha akan bermasalah. 

Pada kondisi cash flow terbatas, kadang ada pengusaha yang berjuang mati matian hanya untuk menutup angsuran bank sementara melalaikan kewajiban karyawan. Parah. Padahal kan bank berbisnis dengan kepercayaan dan memegang jaminan sementara karyawanlah yang memeras keringan untuk menghasilkan uang.

7. Mengembangkan bisnis dengan utang bisa mengurangi daya saing.

Pada saat membeli barang apapun dengan utang akan timbul biaya bunga atau cost of fund, sebaliknya membeli secara tunai ada peluang mendapatkan diskon. Maka keduanya akan berpengaruh dalam persaingan harga jual akhir serta berpengaruh terhadap laba rugi.

8. Mengembangkan bisnis dengan utang lama lama akan bekerja keras hanya untuk menutup cicilan.

Pikiran dan fokus pengusaha pada titik tanggal jatuh tempo. Siang malam mikirin cicilan akhirnya lupa diri apakah kita ini pengusaha atau budak bank.

9. Mengembangkan bisnis dengan utang akan membuat seseorang berhalusinasi dengan asetnya

"Aset saya masih lebih tinggi daripada jumlah utang saya koq, Masih aman... "

Begiti yang dipikirkan dalam hatinya dan di ungkapkan. Ingat menjual aset tidak semudah menghitung nilai aset. Punya banyak aset tapi tidak ada saldo kas maka tidak bisa berbuat apa apa.

10. Mengembangkan usaha dengan utang membuat pengusaha gagal fokus.

Tugas utamanya pengusaha meningkatkan penjualan, memberikan pelayanan pelanggan, membangun  team yang solid . Setelah terjebak utang fokusnga beralih ke cicilan, menambah utang lagi. Seolah solusinya adalah tambah utang dan bisnis jalan lancar.


 Untuk lebih detil isi buku ini silahkan Bapak/Ibu bisa mendapatkan dengan mudah sering kali di bagi bagi gratis oleh warga MTR.

Diatas tadi adalah hal hal yang bisa masuk diakal tentang kesalahan kesalahan fatal berutang. Namun pada inti dari buku ini sebenarnya untuk mengajak kembali bagi orang Islam agar bisa berbisnis sesuai syariah dengan meninggalkan Riba yang mana, bernisnis untuk mencari berkah dan sebagai ibadah.